PC ISNU Ponorogo dan RSU Muslimat Ponorogo Teken MoU Penulisan Sejarah, Perkuat Jejak Institusi Kesehatan Lokal

Aswajanews — Upaya mendokumentasikan jejak historis lembaga kesehatan di daerah kian mendapat perhatian. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Ponorogo menjalin kerja sama dengan RSU Muslimat Ponorogo melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) proyek penulisan sejarah institusi tersebut, Selasa (4/3/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Ketua PC ISNU Ponorogo, Dr. Agus Setyawan, M.S.I., dan Direktur RSU Muslimat Ponorogo, drg. Zuhrianah, M.Kes.

Kerja sama ini mencakup proyek riset dan penulisan sejarah RSU Muslimat Ponorogo dengan nilai kontrak sebesar Rp20.000.000. Proyek tersebut dirancang berlangsung selama lima bulan, terhitung sejak 4 Maret hingga 4 Agustus 2026. Dalam keterangannya, kedua pihak menegaskan komitmen untuk menghasilkan karya sejarah yang tidak hanya akurat secara akademik, tetapi juga mampu merekam dinamika sosial dan kontribusi rumah sakit dalam pelayanan kesehatan masyarakat Ponorogo.

Ketua PC ISNU Ponorogo, Agus Setyawan, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk kontribusi nyata kalangan intelektual dalam merawat memori kolektif lembaga. Menurutnya, penulisan sejarah institusi bukan sekadar dokumentasi kronologis, melainkan juga upaya membaca perkembangan nilai, visi, serta peran strategis lembaga dalam konteks sosial yang lebih luas. Sementara itu, Direktur RSU Muslimat Ponorogo, Zuhrianah, menilai kerja sama ini sebagai langkah penting untuk memperkuat identitas kelembagaan dan memberikan pijakan reflektif bagi pengembangan layanan di masa mendatang.

Kolaborasi ini mendapat apresiasi positif sebagai sinergi antara dunia akademik dan praktik pelayanan publik. ISNU sebagai representasi komunitas sarjana diharapkan mampu menghadirkan pendekatan metodologis yang kuat, sementara RSU Muslimat menyediakan sumber data empiris yang kaya. Perpaduan keduanya dinilai akan menghasilkan narasi sejarah yang komprehensif dan kredibel.

Lebih jauh, penulisan sejarah RSU Muslimat Ponorogo memiliki signifikansi strategis. Di tengah arus modernisasi layanan kesehatan, dokumentasi sejarah berfungsi sebagai jangkar identitas sekaligus sumber pembelajaran institusional. Melalui rekonstruksi sejarah, publik dapat memahami perjalanan, tantangan, serta kontribusi rumah sakit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Selain itu, karya sejarah ini diharapkan menjadi referensi penting bagi generasi mendatang dalam mengembangkan layanan kesehatan yang berakar pada nilai-nilai sosial dan keagamaan yang telah lama menjadi fondasi RSU Muslimat Ponorogo.

Dengan dimulainya proyek ini, Ponorogo menandai satu langkah penting dalam upaya merawat warisan institusi lokal melalui pendekatan ilmiah. Kolaborasi ini bukan hanya tentang menulis masa lalu, tetapi juga merumuskan pijakan untuk masa depan. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *